AD (728x90)

16 November 2018

Tips Mudah Belajar Matematika dan IPA

Berkarakter dan Berprestasi

Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi (MIPA) adalah empat mata pelajaran teras atas anak eksak setingkat SMA.

Hingga saat ini, menjadi kalangan pembelajar MIPA di tengah anak sekolahan merupakan kebanggaan tersendiri. Meski sebenarnya tidak ada perbedaan yang begitu berarti antara IPA dan IPS dalam perjalanan suksesnya seorang pembelajar di masa depan nanti.

Kalaulah hati diberi kesempatan memperdengarkan rasanya, akan terdengar banyak jeritan dari ruang kelas IPA.  Berjerit karena kengerian mapel MIPA. Matematika dan fisika yang sesak dengan rumus dan angka. Kimia yang ramai dengan reaksi unsurnya. Dan, biologi yang riuh dengan rentetan huruf latinnya. Tetapi, akan kabur kemana para pembelajar IPA? Pindah jurusan IPS atau Bahasa?

Jangan kemana-mana dulu. MIPA tidaklah seribet dan sengeri pikiran kebanyakan pembelajar. MIPA bisa berasa semanis coklat dan es cream bila dikompromikan. Caranya?
Sebelum menyerah dan bertambah gerah dengan geng mapel MIPA, coba dulu beberapa tips belajar MIPA berikut ini.

Pertama, Koleksi Buku Paket dan Bank Soal
Buku paket terbitan satu dengan terbitan lainnya umumnya memiliki perbedaan dalam bahasa penjelasan, contoh soal dan cara penyelesaian. Memiliki banyak buku paket untuk satu jenis mapel bisa membantu pelajar memahami materi belajar. Yah, kalau kalimat penjelasan dan contoh soal buku yang satu tidak dipahami, buku lainnya bisa membantu. Dari beragam buku paket, bisa ditemukan variasi contoh soal yang bisa dijadikan koleksi pengayaan. Selain buku paket, buku khusus kumpulan soal (bank soal) yang disertai penyelesaian sangat membantu otak untuk bertambah cerdas dalam dunia MIPA. Tentunya setelah latihan menyelesaikan ragam soal yang bertebar dalam buku bank soal.

Sekarang, pastikan diri Anda punyai buku paket minimal dua dan minimal satu buku bank soal untuk setiap jenis mapel MIPA. Lalu bersiaplah menjadi bintang di kelas....

Kedua, Coret-Coret Kertas
Matematika, fisika, dan kimia tidak cukup dan tidak akan pernah cukup dimengerti bila hanya dibaca dan dipandang-pandangi. Butuh banyak latihan pengerjakan contoh soal. Tiga mapel ini menuntut latihan tangan alias coretan tinta di atas kertas cakaran. Dan bukan hanya sekali atau dua kali coretan. Tetapi berkali-kali. Setidaknya, latihan menyelesaikan contoh soal bisa memenuhi minimal 500 lembar kertas cakaran sepanjang satu semester pembelajaran atau 3 lembar per hari. Nah, apa tidak lecet jari jemari latihan coret-coret sebanyak itu?
Kebiasaan coret-coret ini membuat tangan ikut hapal dan paham harus menulis apa saat mengerjakan soal-soal matematika, fisika, dan kimia. Saat ingatan rumus terhenti sejenak, tangan masih tergerak menuliskan apa yang seharusnya tertulis. Apa benar bisa demikian? Insyaallah benar-benar bisa. Silahkan dicoba.

Oh yah, satu lagi. Upayakan mengulangi latihan penyelesaian soal, minimal dua kali pengulangan untuk setiap contoh soal. Hal ini untuk memastikan bahwa Anda telah betul-betul paham.

Ketiga, Ajarkan ke Teman
Percaya atau tidak, cara satu ini sangat ampuh merekatkan ilmu dalam memori. Mengajarkan dan memahamkan  ilmu ke orang lain merupakan satu tanda bahwa pengajarnya telah menguasai apa yang diajarkan. Semakin sering mengulangi pengajaran ke orang, semakin kuat pula ingatan kita sebagai pembagi ilmu terhadap ilmu yang diajarkan.

Keempat, Respek pada Guru  
Segudang buku, berjuta contoh soal, dan ribuan lembar kertas penuh coretan cakaran sangat berpeluang menjeniuskan seorang pelajar. Bila Anda pelajar dan telah mencoba semua langkah namun tetap sulit paham materi pelajaran, khususnya MIPA, coba ingati bagaimana perlakuan hati dan sikapmu pada guru.

Cara hati merespon dan cara bersikap seorang pelajar terhadap guru juga menjadi penentu mudahnya memahami ilmu yang diajarkan guru. Mungkin Anda masih kurang respek pada guru Anda sehingga hati dan memori terhalangi dari sentuhan ilmu sang guru. Jadinya, tidak pahamlah Anda. Kalaupun mengerti, hanya beberapa hari Anda pun lekas lupa.
Solusinya: latih dan paksa raga dan hati Anda tuk respek pada setiap guru.

Respek adalah sikap hormat yang disertai rasa hormat dan pemuliaan yang tulus.

Heldiana Pahena






Galery Kegiatan Sekolah

© 2019 Website SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah. All rights resevered. Designed by Templateism