SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar : adalah Sekolah Menengah Atas, bernaung di bawah Dinas Pendidikan Nasional yang memadukan sistem kurikulum nasional dan kurikulum lokal berbasis agama Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist dengan pemahaman salaf serta memiliki keunggulan dengan memisahkan lokasi belajar untuk putra dan putri. Dengan meraih predikat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah pada tahun 2016 akan terus berinovasi dalam membina dan mendidik siswa-siswi agar menjadi generasi muda yang berahklak mulia dan berprestasi

Sekolah Putra : Jl. Manggala Raya, kompleks Bambu-bambu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
Sekolah Putri : Jl. Antang Raya No.48, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
PENGUMUMAN KELULUSAN 2019 SMAIT WAHDAH ISLAMIYAH

13 November 2018

Istighfar: 1 Solusi Untuk Beragam Masalah


"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun." (QS.Nuh: 10)

Istighfar, menurut Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan.

Istighfar, ringan terucap di lisan sebenarnya. Keinginan untuk melakukannya dengan penuh kejujuranlah ynag berat. Menyesal sekali sembari berucap istighfar, cukuplah mudah. Menahan diri untuk tidak terjatuh ulang dalam kesalahan yang sama, itulah yang sulit. Padahal...dibalik istighfarnya seorang hamba ada banyak hadiah penyejuk hati disediakan Allah Ta'ala.

Pertama, beroleh kenikmatan yang baik.

"Hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan..." (QS. Hud: 3)

Berkata Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, 'kenikmatan yang baik' yang dimaksudkan ayat di atas berupa rezeki dan kelapangan hidup. Bila masalah hidupmu adalah terbatas rezeki, maka beristighfarlah. Semoga Allah Ta'ala memberi kecukupan dan kelapangan.

Ibnu Shubayh berkata: "Ada seorang lelaki mengeluhkan kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang musim kering, maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah!". Lalu ada lelaki yang lain mengeluhkan kepadanya tentang kemiskinannya. Maka Al-Hasan berkata. "Beristighfarlah!". Lalu datang lelaki yang lain seraya berkata, "Doakanlah untukku agar Allah menganugerahkan bagiku anak". Maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah!". Lalu datang lelaki yang lain yang mengeluhkan akan kebunnya  yang kering. Maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah!".

Jawaban Al-Hasan Al-Bashri ini didasarkan pada firman Allah di Surah Nuh: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. Nuh: 10-12)

Kedua, jalan keluar dari kesedihan dan kegelisahan.

"Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka". (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Melimpah harta, banyak sanak saudara dan keturunan, kedudukan terhormat dan ketenaran tidaklah selalu menjadi sebab terhindarnya seseorang dari kesedihan dan kegelisahan. Di saat seperti ini, Allah mengabarkan solusinya yaitu beristighfar. Maka beristighfarlah, Allah Ta'ala akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan di dada. 

Ketiga, katalis terkabulnya doa.

Telah menjadi fitrah, manusia menginginkan banyak hal dalam hidupnya. Dan, tidak semua yang diingini itu bisa tergapai dengan usaha semata. Butuh sentuhan doa tuk mendapatkannya. Istighfar merupakan katalis (pemercepat) terkabulnya doa yang terpanjat kepada Allah, Sang Pemberi dan Pengabul doa.

"Dia telah menciptakan kalian dari bumi (tanah) dan menjadikan kalian sebagai pemakmur (bumi) itu, maka beristighfarlah kepada-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-Ku amatlah dekat (rahmat-Nya) lagi mengabulkan (doa hamba-Nya)." (QS. Hud: 61)

Untuk beragam masalah, mulailah perpisahan dengannya. Awali perpisahan itu dengan istighfar. Selanjutnya mintalah yang teringini dari-Nya melalui bait-bait doa. Ingat! Rabbmu Maha Pengampun dan Mengabulkan doa yang termohon pada-Nya.

Heldiana Pahenna