SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar : adalah Sekolah Menengah Atas, bernaung di bawah Dinas Pendidikan Nasional yang memadukan sistem kurikulum nasional dan kurikulum lokal berbasis agama Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist dengan pemahaman salaf serta memiliki keunggulan dengan memisahkan lokasi belajar untuk putra dan putri. Dengan meraih predikat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah pada tahun 2016 akan terus berinovasi dalam membina dan mendidik siswa-siswi agar menjadi generasi muda yang berahklak mulia dan berprestasi

Sekolah Putra : Jl. Manggala Raya, kompleks Bambu-bambu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
Sekolah Putri : Jl. Antang Raya No.48, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
SELAMAT KEPADA SISWA YANG LULUS SNMPTN-SBMPTN 2019

07 Agustus 2018

Prinsip Membina Hubungan dengan Orang Lain


Hidup ini tidak dijalani seorang diri. Dan memang tidak akan bisa demikian. Ada orang lain di sekitaran kita, bahkan sangat banyak.
Itupun, tak seorang dari mereka yang persis sama dengan kepribadian kita. Kebanyakannya sangat berbeda.
Butuh prinsip interaksi positif di tengah jalinan hubungan kemanusiaan yang kita jalani. Agar bukan kekacauan dan keretakan hati yang muncul. Diantara prinsip itu, sebagai berikut:

1.
Hindari kebiasaan menyalahkan orang lain
Meski Anda dalam posisi benar, bukan sesuatu yang berterima baik di hati orang yang bersalah bila langsung Anda salahkan atau pojokkan.
Tak hanya berpeluang mendapat penolakan dari manusia, kebiasaan menyalahkan orang lain membuat Anda akan semakin jauh dari perbaikan diri. Yah, karena merasa tidak pernah salah.

2. Berikan Penghargaan yang tulus kepada orang lain
Siapapun orangnya, jika diberikan penghargaan yang tulus, tentu akan merasa senang dan bahagia.
Penghargaan tidak harus berupa materi, penghargaan bisa ucapan pengakuan. Atau minimal ucapan ‘terima kasih, Anda baik’ atau ‘Anda memang hebat’, dan kalimat kalimat penghargaan sederhana lainnya.

3. Bangkitkan motivasi sukses pada diri orang lain
Kata-kata bernuansa dukungan atau motivasi singkat atas upaya baik yang dilakukan sesorang sangatlah menambah energi untuk melakukan yang lebih baik lagi. Dan itu menyenangkan bagi pendemgarnya.
Sebaliknya, lontaran satu kata yang mengendorkan semangat kreasi atau kerja keras orang, cukup menyakitkan. Di saat seperti ini, sepertinya ketiadaan orang penyurut semangat lebih terharapkan.
“Kalimat yang baik adalah sedekah” (HR.Bukhori dan Muslim)
4. Berikan perhatian yang tulus
Kepura-puraan, meski terekspresi sangat manis, tetap saja akan kurang ‘berasa’ di hati penyaksinya.
Termasuk dalam hal ‘perhatian’. Hati manusia yang masih cukup normal lagi peka, cukup bisa mengenali perhatian tulus atau perhatian pura-pura yang terpersembahkan untuknya.
Olehnya, cobalah memaksakan diri untuk memberi perhatian tulus kepada mereka yang membutuhkannya. Meski hanya berupa satu kata sederhana atau tatapan sekilas.

5. Ingat nama orang lain, gunakan nama yang bersangkutan di dalam percakapan atau komunikasi.
Ini terlihat sederhana. Tetapi sejatinya, punya makna berarti. Sangatlah berbeda reaksi hati, ketika mendengari seseorang mengenali nama kita dibandingkan mendapati mereka lupa atau tidak tahu nama sama sekali.
Pastinya, manusia mana pun senang saat tahu bahwa orang mengenali dan menyebut namanya.

6. Jadilah pendengar aktif
Saat seserang datang membicarakan sesuatu di hadapan Anda, dengarkanlah dengan seksama. Tahan sejenak untuk tidak menyela pembicaraannya. Tunjukkan bahwa Anda serius menyimaknya. Walau mungkin yang ia bicarakan tidak penting sama sekali. Lalu sesekali, berilah ucapan respon Anda. Demikian inilah sangatlah membahagiakan bagi pembicara.

7. Tersenyumlah

     Bagaimana pun sederhananya wajah Anda, tetap saja akan terlihat sangat menyenangkan saat mendapatinya dalam kondisi tersenyum atau ceria.

8. Berbicaralah hal-hal yang diminati orang lain.
Diantara hal yang membuat orang lain betah adalah mendengarkan hal-hal yang diminati jiwanya.
Maka, belajarlah mendeteksi hal yang diminati orang yang sedang berinteraksi dengan Anda. Agar mereka tidak berpikiran untuk lari menghindar.
Ingat. Termasuk hal membosankan berinteraksi dengan orang yang bahan pembicaraannya hanya berisi tentang dirinya sendiri.

9. Buatlah orang lain merasa dirinya penting dengan tulus.

10. Hormati pendapat orang lain, walaupun kita tidak sependapat dengannya. Bukannya justru mengajaknya berdebat.

Heldiana Pahenna