SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar : adalah Sekolah Menengah Atas, bernaung di bawah Dinas Pendidikan Nasional yang memadukan sistem kurikulum nasional dan kurikulum lokal berbasis agama Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist dengan pemahaman salaf serta memiliki keunggulan dengan memisahkan lokasi belajar untuk putra dan putri. Dengan meraih predikat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah pada tahun 2016 akan terus berinovasi dalam membina dan mendidik siswa-siswi agar menjadi generasi muda yang berahklak mulia dan berprestasi

Sekolah Putra : Jl. Manggala Raya, kompleks Bambu-bambu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
Sekolah Putri : Jl. Antang Raya No.48, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
SELAMAT KEPADA SISWA YANG LULUS SNMPTN-SBMPTN 2019

15 Agustus 2018

Pembelajar Keren: PD dan Smart


Sebutan "Pelajar" diberikan kepada peserta didik yang mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuannya.

Adapun "Pembelajar" dinisbatkan kepada siapa saja yang menempuhi upaya belajar untuk memenuhi rasa keingintahuannya akan sesuatu, kapan dan di mana pun serta oleh siapa pun tanpa peduli usia.
Anda sedang menduduki bangku sekolah termasuk pembelajar. Semoga terus menjadi bagian dari generasi pembelajar.

Sebelum menempuh dunia belajar lebih jauh, baiknya Anda tahu kriteria pembelajar yang bisa buat hidup makin keren. Bukan justru jadi terpuruk dan tergilas zaman.
Pembelajar keren itu adalah pembelajar yang menjalani hari-harinya dalam balutan percaya diri dan gaya smart (cerdas).
Gaya smart merupakan sekumpulan gaya yang menambah muatan kebaikan di mata manusia dan dihadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Percaya Diri 

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin : 4)
Setiap manusia terlahir dalam kondisi yang paling baik untuk kehidupannya masing-masing. Meski kasat mata pada beberapa manusia terlihat tidak memiliki kelebihan apa-apa. Setiap manusia lahir membawa kelebihan dan kemampuan yang berbeda, bahkan sering yang terlihat cacat justru memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh selainnya.
Untuk alasan itulah, mestinya setiap individu menjalani hidupnya dengan percaya diri. Selama yang dilakukannya bukan hal yang terhitung dosa.
Untuk percaya diri, dimulai dari sikap menghargai diri sendiri. Sulit bagi orang lain menghargai diri Anda bila tidak ada tanda bahwa Anda pun menghargai diri anda sendiri.

Adapun cara yang dapat kita lakukan untuk menghargai diri kita sendiri, yaitu :

1. Menerima diri apa adanya.

2. Menghindari perilaku yang merusak diri
Hal yang termasuk merusak diri yaitu segala sesuatu yang bisa melukai fisik. Misal : ugal-ugalan berkendara, melihat tontonan yang tidak wajar, mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat dan lainnya.

3. Memupuk rasa malu
Pupuklah dalam diri rasa malu untuk melakukan hal-hal yang berbau maksiat.

4. Menjaga nama baik.
Melakukan hal yang melanggar aturan Allah dan aturan-autran manusia yang berlaku umum akan merusak nama baik.

5. Menjaga perilaku tetap baik.
Kenali adab muslim sehari-hari kemudian terapkanlah dalam keseharian anda.

6. Kenali diri sendiri
Mengenali diri sendiri merupakan bagian tersulit dalam proses menghargai diri sendiri. Mengenali diri merupakan sebuah proses yang menuntut kejujuran dalam melihat dan mengevaluasi diri. Hanya dengan kejujuran inilah seseorang bisa mengidentifikasi keunggulan dan hal-hal dalam dirinya yang masih perlu diperbaiki ataupun dikembangkan lebih lanjut.

Mengenal diri dengan baik akan memudahkan Anda memilih strategi terbaik untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Anda pun bisa memahami kekuatan yang dapat "dibagikan" kepada orang lain serta memahami apa yang bisa Anda pelajar dari orang lain.

7. Menghargai diri sebagai ciptaan Allah
Satu hal yang mesti Anda ingat: Allah Azza wa Jalla tidak pernah salah mencipta dan Dia-lah sebaik-baik pengambil keputusan.
Ketika Allah telah menciptakan Anda dengan segenap perangkat fisik dan jiwa yang ada, itulah yang terbaik untuk Anda. Terbaik untuk kebahagiaan dunia dan akhirat nanti.

8. Sadari Keunikan Diri
Bercerminlah. Semua yang ada dalam diri Anda adalah unik.

Dari jumlah manusia yang milyar angkanya, tidak ada yang menyerupai Anda, sebelum hadirmu di dunia ini dan setelah ketiadaanmu nanti. Sungguh dirimu unik. Tetaplah dengan keunikan itu. Cukup engkau kembangkan dan usah memikirkan untuk menjadi seperti orang selainmu.

"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216)

9. Atasi Kelemahan Diri
Seringkali kita tidak mau mengakui kelemahan diri. Kita sering kali mengandalkan penilaian orang lain semata terhadap kelemahan kita. Padahal kitalah orang yang seharusnya lebih tahu kelemahan diri sendiri.

Mungkin saja, yang teranggap kelemahan bukanlah kelemahan, melainkan sebuah kesalahan seperti : kebiasaan buruk (misalnya : kebiasaan menunda pekerjaan); sikap negatif (misalnya : lupa berterima kasih pada orang-orang yang telah banyak membantu).

10. Kembangkan diri Anda
Setelah kita mampu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan kita, kita perlu membiarkan diri kita dibentuk menjadi lebih baik.

Smart
Tipe pembelajar keren selanjutnya yaitu smart (cerdas).

Smart bukan berarti melulu pandai hitung-hitungan matematika. Tidak juga berbatas lihai menyelesaikan persoalan. Melainkan sebuah gaya hidup yang melimpah kebaikan.
Sejatinya, seseorang layak menyandangi status smart bila sebagian besar dari sisi hidupnya diarahkan untuk beroleh manfaat tuk kehidupannya di akhirat nanti serta di kehidupannya hari ini.
Cukup keliru, bila Anda menganggap bahwa hidup keren itu saat bisa mengikuti setiap gaya hidup yang sedang trend atau saat kebanyakan mulut melabeli Anda hebat karena melakukan hal-hal aneh dan di luar kebiasaan yang dituntunkan oleh agama.

"Ya Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?" Beliau menjawab, "Orang yang paling baik akhlaknya". Kemudian ia bertanya lagi, "Mukmin manakah yang paling cerdas?" Beliau menjawab, "Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk menghadapi kehidupan seetelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas." (HR. Ibnu Majah)

Keren itu bila percaya diri dalam kebaikan dan sibuk dalam hal yang bermanfaat untuk akhirat dan dunia.
Nah, minimal itulah dua tipe pembelajar keren. Percaya diri dan smart. Barangkali Anda termasuk pembelajar keren itu.

Heldiana Pahenna