SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar : adalah Sekolah Menengah Atas, bernaung di bawah Dinas Pendidikan Nasional yang memadukan sistem kurikulum nasional dan kurikulum lokal berbasis agama Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist dengan pemahaman salaf serta memiliki keunggulan dengan memisahkan lokasi belajar untuk putra dan putri. Dengan meraih predikat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah pada tahun 2016 akan terus berinovasi dalam membina dan mendidik siswa-siswi agar menjadi generasi muda yang berahklak mulia dan berprestasi

Sekolah Putra : Jl. Manggala Raya, kompleks Bambu-bambu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
Sekolah Putri : Jl. Antang Raya No.48, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
SELAMAT KEPADA SISWA YANG LULUS SNMPTN-SBMPTN 2019

01 Agustus 2018

Pemanis Karakter Bernama 4S


Sejak 2006 silam, dicetuskan pendidikan berkarakter. Perbaikan karakter menjadi target capaian utama dunia pendidikan Indonesia kala itu. Bahkan hingga kini memasuki era kurikulum 2013, dengan berkali-kali revisi, upaya penguatan karakter anak didik semakin digalakkan.
Terkait penguatan karakter, ada banyak tuntunan Islam yang bila diterapkan oleh segenap masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah, akan sangat membantu terwujudnya penguatan karakter  peserta didik.
Di antara akhlak yang dituntunkan Islam yaitu 4S: senyum, salam, tegur sapa dan santun. Keempat akhlak tersebut telah diaturkan tata cara aplikasinya oleh Islam. Yang bila diamalkan oleh siapa saja, akan menjadi manusia berkarakter mulia dan beroleh pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’laInsyaallah.

Pertama, Senyum.
Sekadar mengukir senyum atau menampilkan wajah berseri di hadapan orang lain, namun berefek besar. Baik bagi pemberi senyum atau mereka yang menyaksikannya.
Teristimewa bagi si pemberi senyum dan pemiliki wajah berseri, ada bonus pahala dan cinta dari Allah untuknya. Bahkan, akan mendapat kecintaan dan simpati manusia.
“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri”. (H.R. Muslim no 2626).
“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah”. (HR. Tirmidzi)
“Termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam dengan wajah ceria kepada orang-orang.” (HR. Ibnu Abi Dunya)
"Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia denga hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu". ( HR Hakim ).
Selain bernilai pahala, sebuah senyuman bisa menjadi awal memulai persahabatan, menyelesaikan perselisihan serta menebarkan kebahagiaan. Sebuah penelitian ilmiah menyebutkan tersenyum atau hanya melihat senyuman dapat menularkan dan merangsang pikiran bahagia, bahkan jika Anda merasa tidak senang pada saat itu.
Dari itu, jadilah Anda diantara kalangan pengekspresi  senyum tulus dan pemilik wajah ceria.

Kedua, Salam.
Ucapan salam dalam Islam, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad, yaitu “Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu”. Dan yang mendengarnya, wajib menjawab salam.
Salam diucapkan tidak sebatas pada orang yang dikenali saja. Tapi juga ke mereka yang kali pertama jumpa atau tidak berkenalan sama sekali. Sebagaimana perkataan Rasulullah ketika ditanya  Amalan islam apa yang paling baik?” : “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari) 
Diantara keutamaan memberi salam:
1.      Penggugur dosa
Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan dosa keduanya sudah diampuni sebelum mereka berpisah” (HR. Abu Dawud dan lainnya)
Namun perlu menjadi catatan, walau bersalaman dengan sesama muslim itu dianjurkan, namun tidak diperkenankan berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram anda, walaupun ia termasuk kerabat. Karena Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda: “Andai kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu masih lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Baihaqi Dan lainnya)
2.      Mendapat balasan salam dari Malaikat
Ucapan salammu kepada orang-orang jika bertemu, jika mereka membalasnya, maka Malaikat pun membalas salam untukmu dan untuk mereka. Namun jika mereka tidak membalasnya, maka Malaikat akan membalas salam untukmu, lalu diam atau malah melaknat mereka” (HR. Al Marwazi dalam Ta’zhim Qadris Shalah, 359. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah)
3.      Penyebab timbulnya cinta dan penambah iman
Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian” (HR. Muslim, no.54)
Ketiga, Sapa.
Sapaan yang bisa memaniskan karakter adalah sapaan yang terangkai dalam kata-kata sopan atau tutur kata baik.
Dari Abu Syuraih, ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمِلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ
“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.” Beliau bersabda,
إِنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلُ السَّلامِ، وَحُسْنُ الْكَلامِ
“Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.”4
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
“Tutur kata yang baik adalah sedekah.”6 

Dari ‘Adi bin Hatim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
“Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.”7
Keempat, Santun.
Sopan santun adalah sikap ramah yang diperlihatkan pada beberapa orang di hadapannya dengan maksud untuk menghormati serta menghormati orang itu, hingga membuat kondisi yang nyaman serta penuh keharmonisan. 
Santun ditunjukkan dalam tutur kata dan sikap, bahkan dalam diam. Santun tidak hanya kepada orang tua atau berkedudukan, tetapi juga ke mereka yang usinya lebih muda dan tidak memilik kedudukan.
Dari Ibnu Abbas, bahwaa Nabi bersabda kepada Al Asyaj Al ‘Ashari : “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah yaitu sifat santun dan malu.” (HR. Ibnu Majah)
Nah, itulah 4S, empat akhlak yang bisa memaniskan karakter bagi siapa saja yang membudayakannya. Menjadikan pembiasanya dicintai dan diterima keberadaannya. Bahkan bisa menjadi awal mula kesuksekan.
Khusus di lingkungan sekolah, 4S bisa diawali pembiasaannya oleh kepala sekolah dan guru. Di samping itu, mendidikkannya kepada peserta didik. Insyaallah akan menjadi awal terbentuknya karakter mulia lainnya pada diri peserta didik.
Selamat mencoba. Ingat 4S: senyum, salam, sapa dan santun.

Heldiana Pahenna