AD (728x90)

18 Agustus 2018

Gema Kehidupan

Berkarakter dan Berprestasi
Gema adalah pemantulan bunyi yang diterima oleh pendengar beberapa saat setelah bunyi langsung. Ini dikenal dalam teori fisika.

Gema, ternyata tidak hanya dihasilkan oleh bunyi. Tetapi juga dalam episode cerita kehidupan manusia.

Musibah yang menimpa kehidupan adalah satu contoh hasil gema kehidupan. Ada banyak jenis musibah pada diri seseorang yang datang setelah melakukan satu atau banyak perbuatan buruk (dosa).

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syuraa: 30)

Demikian pernyataan Allah yang ternukil indah dalam Al-Qur'an. Musibah bukanlah salah siapa-siapa melainkan sebagai imbas kesalahan manusia itu sendiri. Musibah dapat berupa terpaan pada fisik, materi (harta), dan pada jiwa.

Gema kehidupan di beberapa kondisi, sedikit berbeda dengan bunyi yang menggema. Intensitas bunyi hasil gema selalu lebih rendah dari bunyi aslinya. Musibah sebagai gema kehidupan sesekali lebih berisik dan mengusik bila dibandingkan takaran kesalahan dosa yang telah diperbuat.

Lalu, bagaimana menyikapi fenomena gema kehidupan ini? Allah telah menyediakan solusinya, sebagaimana dalam terjemahan surar Ar-Ra'd ayat 11, "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

Berubah membaik. Itulah pilihan paling tepat untuk tidak berlama-lama dengan kebisingan gema hidup yang disebabkan perbuatan buruk (dosa) pribadi.

"Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat." (Ali bin Abi Tholib dalam Al Jawabul Kafi, hal. 87)

Heldiana Pahenna

© 2019 Website SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah. All rights resevered. Designed by Templateism