SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar : adalah Sekolah Menengah Atas, bernaung di bawah Dinas Pendidikan Nasional yang memadukan sistem kurikulum nasional dan kurikulum lokal berbasis agama Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist dengan pemahaman salaf serta memiliki keunggulan dengan memisahkan lokasi belajar untuk putra dan putri. Dengan meraih predikat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah pada tahun 2016 akan terus berinovasi dalam membina dan mendidik siswa-siswi agar menjadi generasi muda yang berahklak mulia dan berprestasi

Sekolah Putra : Jl. Manggala Raya, kompleks Bambu-bambu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
Sekolah Putri : Jl. Antang Raya No.48, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
SELAMAT KEPADA SISWA YANG LULUS SNMPTN-SBMPTN 2019

18 Agustus 2018

Gema Kehidupan

Gema adalah pemantulan bunyi yang diterima oleh pendengar beberapa saat setelah bunyi langsung. Ini dikenal dalam teori fisika.

Gema, ternyata tidak hanya dihasilkan oleh bunyi. Tetapi juga dalam episode cerita kehidupan manusia.

Musibah yang menimpa kehidupan adalah satu contoh hasil gema kehidupan. Ada banyak jenis musibah pada diri seseorang yang datang setelah melakukan satu atau banyak perbuatan buruk (dosa).

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syuraa: 30)

Demikian pernyataan Allah yang ternukil indah dalam Al-Qur'an. Musibah bukanlah salah siapa-siapa melainkan sebagai imbas kesalahan manusia itu sendiri. Musibah dapat berupa terpaan pada fisik, materi (harta), dan pada jiwa.

Gema kehidupan di beberapa kondisi, sedikit berbeda dengan bunyi yang menggema. Intensitas bunyi hasil gema selalu lebih rendah dari bunyi aslinya. Musibah sebagai gema kehidupan sesekali lebih berisik dan mengusik bila dibandingkan takaran kesalahan dosa yang telah diperbuat.

Lalu, bagaimana menyikapi fenomena gema kehidupan ini? Allah telah menyediakan solusinya, sebagaimana dalam terjemahan surar Ar-Ra'd ayat 11, "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

Berubah membaik. Itulah pilihan paling tepat untuk tidak berlama-lama dengan kebisingan gema hidup yang disebabkan perbuatan buruk (dosa) pribadi.

"Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat." (Ali bin Abi Tholib dalam Al Jawabul Kafi, hal. 87)

Heldiana Pahenna