SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar : adalah Sekolah Menengah Atas, bernaung di bawah Dinas Pendidikan Nasional yang memadukan sistem kurikulum nasional dan kurikulum lokal berbasis agama Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist dengan pemahaman salaf serta memiliki keunggulan dengan memisahkan lokasi belajar untuk putra dan putri. Dengan meraih predikat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah pada tahun 2016 akan terus berinovasi dalam membina dan mendidik siswa-siswi agar menjadi generasi muda yang berahklak mulia dan berprestasi

Sekolah Putra : Jl. Manggala Raya, kompleks Bambu-bambu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
Sekolah Putri : Jl. Antang Raya No.48, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
SELAMAT KEPADA SISWA YANG LULUS SNMPTN-SBMPTN 2019

23 Juli 2018

Mengembalikan Respek Siswa Terhadap Guru

Respek. Satu sikap penghormatan yang disertai kekaguman pada seseorang. Ia tak sebatas sebuah sikap hormat.
Bagi pemilik kedudukan, harta, atau usia lebih tua, tidak sulit baginya untuk mendapatkan penghormatan. Namun, sikap respek belum tentu didapatnya. Bukankah sikap bisa terkesan hormat tetapi hati sebenarnya bercibir membenci?

Nah, dalam dunia interaksi guru dan siswa, sikap respek sepertinya telah lama memudar. Sering, sikap hormat siswa hadir seperti terpaksa. Saat bersapa guru, terlihat sopan dan hormat. Tetapi ketika berpisah tempat, rentetatan kalimat menggerutu dan mencerca guru dengan mudahnya mengalir dari lisan siswa. Sebenarnya apa yang terjadi?

Faktor internal kaburnya respek siswa terhadap guru bila ditinjau  dari siswa dan guru sebagai berikut.

Siswa
1.   Posisi sosial lebih tinggi dari guru, hal ini sering terjadi bila mana sang siswa berasal dari keluarga yang terpandang atau orang tuanya merupakan pejabat. Jadi dengan posisi orang tuanya tersebut siswa seakan tidak takut pada apapun termasuk pada guru karena orangtunya pasti akan mendukung anaknya.
2.   Posisi ekonomi lebih baik dari guru, hal ini banyak terjadi disekolah favorit dan internasional. Siswa tersebut akan memandang rendah gurunya, karena posisi ekonominya lebih baik dari gurunya. Dimana siswa kesekolah dengan kendaraan mobil, sedangkan sang guru hanya naik sepeda motor.
3.   Siswa lebih paham dengan materi yang diajarkan, pada masa sekarang pendalaman materi bukan hanya didapat dari sekolah. Bagi siswa yang serius belajar, mereka akan mencari cara untuk menperdalam materi dengan cara kursus baik melalui lembaga atau privat. Hal ini memungkinkan siswa bisa saja lebih paham dari siswa lainya. Apa lagi bila siswa itu lebih paham dari gurunya maka akan memberikan pandangan rendah terhadap guru tersebut.
Guru
1.   Penampilan guru, ini sangat penting karena siswa akan menilai rapi atau kucel cara berpakaian guru, harum atau bau aroma tubuh guru tersebut, panjang atau pendek rambut guru (khusus guru laki – laki).
2.   Telat atau jarang masuk, dengan beban 24 jam pelajaran dan banyaknya adminitrasi yang harus dibuat oleh seorang guru ditambah lagi ada side jobuntuk menambah penghasilan. Akan berdampak pada performa guru tersebut sehingga sering telat dan tidak masuk.
3.   Pilih kasih, sifat ini yang sering tidak disadari oleh guru dan sering membanding – bandingkan siswa yang satu dengan siswa yang lain.
4.   PR dan tugas sering gak dikoreksi, dengan mengoreksi dan memberikan nilai merupakan reward bagi siswa dimana guru telah menghargai hasil kerja keras siswa tersebut.
5.   Berkata kasar, perkataan yang kasar akan membat pandangan negatif siswa terhadap guru.
6.   Suka perintah, suka memerintah siswa diwaktu dan tempat yang tidak sepantasnya.
7.   Menghukum semena-mena, guru hanyalah manusia biasa dimana ada masalah diluar sekolah yang sering terbawa disekolah. Perlunya sikap profesional guru untuk membedakan masalah sekolah dengan masalah luar sekolah. Sehingga siswa tidak menjadi pelampiasan untuk masalah – masalah guru tersebut.

Beberapa faktor di atas apabila tidak ditanggulangi dan diatasi secara serius akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Dampak yang akan terjadi yaitu:
1.      Siswa tidak hormat dan segan pada guru
2.      Siswa tidak mau dinasehati.
3.      Tidak mendengarkan perkataan guru
4.      Menganggap guru sebagai teman
5.      Sampai berani berkata kasar kepada guru.

Solusi untuk mengembalikan respect siswa terhadap guru

Guru harus mempunyai strategi atau cara untuk mendapatkan rasa hormat (respect) siswa, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Sebagaimana telah ditulis oleh Edna Sackson seorang guru yang berasal dari Australia (2010), ada 10 cara untuk mendapatkan respect (rasa hormat) siswa yaitu :
1.   Hormati siswa anda, untuk mendapatkan rasa hormat dari siswa, guru harus menghormati siswa terlebih dahulu. Hormatilah sikap dan sifat positif siswa, pendapat siswa, karya siswa dan secara automatis mereka akan menghormati guru tersebut.
2.   Buatlah perjanjian dengan siswa, ini bertujuan untuk membuat peraturan kelas yang akan disetujui oleh siswa sesuai batas kemampuan siswa dan dikombinasikan dengan aturan sekolah. Sehingga siswa akan lebih patuh pada peraturan yang telah mereka buat sendiri.
3.   Jadilah bagian dari mereka, guru harus lebih jeli dimana harus menempatkan diri dalam situasi belajar. Dimana guru bisa jadi teman belajar, fasilitator, dan guru bukan menjadi diktator dalam kelas.
4.   Memberikan hak kebutuhan fisik mereka, misalnya untuk buang air ditengah proses belajar atau makan dan minum pada waktu yang telah diberikan.
5.   Bersikap adil dan wajar, sebagai guru harus dituntut adil sehingga tidak pilih kasih atau berpihak pada seseorang atau satu kelompok. Dan bersikap wajar, bukan membuat suasana yang tidak mungkin sehingga membuat ketegangan antar siswa.
6.   Humoris, sikap yang menyenangkan dari guru akan membuat pelajaran menjadi rileks dan jauh dari ketegangan. Dan tegaslah apabila terjadi lelucon siswa yang merugikan siswa lain.
7.   Berikan ruang berekspresi siswa, berikan motivasi agar siswa berfikir kreatif dan inovatif dalam menentukan pembelajaran. Dan jangan membatasi mereka dengan cara – cara kaku atau guru yang bersifat text book.
8.   Jujur, jangan ada pura – pura. Katakan salah bila salah dan benar bila benar dengan tutur kata yang baik agar tidak menyakiti hati dan diterima oleh siswa.
9.   Guru adalah manusia, katakan maaf kalau guru melakukan kesalahan dan jangan melemparkan kesalahan kepada siswa.
10. Berikan siswa kebebasan untuk berpendapat dan memilih dalam pembelajaran. Jangan selalu mem-vonis semua pendapat dan pilihan siswa salah. Biarkan dulu mereka berpendapat dan memilih sampai ada pendapat atau pilihan yang benar. Dan kalaupun belum ada maka ini adalah tugas guru untuk membenarkan dan menjelaskan pendapat dan pilihan yang benar.
Dengan 10 cara diatas diharapkan akan menjadi solusi untuk mengembalikan rasa hormat (respect) siswa terhadap guru.

Catatan khusus untuk pendidik muslim:
Bila Anda seorang pendidik dan berstatus muslim, maka modal utama Anda mendidik adalah keimanan dan kebaikan akhlak Anda. Semakin membaik iman dan hubungan Anda dengan Allah, maka Allah-lah yang akan menunjuki Anda  cara-cara terbaik mendidik generasi umat ini. Allah pula yang akan menuntun hati dan sikap siswa untuk menghormati dan mencintai  Anda selaku gurunya.
Sebaliknya, merosotnya iman dan memburuknya akhlak Anda selaku guru adalah awal keterpurukan hubungan Anda dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Yang akan berujung: mereka tidak berselera memahami pelajaran bahkan membenci Anda.
Heldiana Pahenna