AD (728x90)

06 Desember 2017

Siapkan siswa hadapi UN, ini yang dilakukan ....

Berkarakter dan Berprestasi
Makassar beberapa hari ini tampak cerah. Awan gemawan berbaris putih bersih seumpama turut mengantarkan para siswa melewati hari-hari ujian akhir semester tahun ini. Ujian kali ini terasa berbeda dari sebelumnya, tetapi tetap ada satu rasa yang sama: dumba’-dumba’.

Ujian memang sebuah keniscayaan. Siapa pun kita, selagi bergelar pelajar atau mungkin peserta kursus pastinya akan bersua dengan momen ujian. Bahkan dalam perjalanan hidup ini pun sejatinya adalah jalan-jalan ujian. Ujian sepanjang hidup dari Allah Ta’ala.

Dalam ujian, nilai terbaik pasti menjadi target. Semakin tinggi nilai yang ingin dicapai, semakin besar juga usaha yang harus dikerahkan. Semakin rumit soalnya, semakin cermat dan gigih pula usaha yang diberikan. Al-jaza-u min jinsil ‘amal, hasil itu sesuai dengan usaha.

Ujian semester ini yang rencananya berlangsung mulai 4 Desember hingga 12 Desember mendatang ini berlangsung secara serentak di semua jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).

Ada 23 mata pelajaran yang diujikan kali ini. Di antaranya adalah mata pelajaran umum seperti di sekolah menengah pada umumnya. Namun, sebagai upaya memadukan pengetahuan umum dan agama, di sekolah ini juga diajarkan Alquran-hadis, fiqih, bahasa Arab, dan tahfidz sebagai program unggulannya. Semua mapel tersebut diujikan dalam satu format soal, yaitu pilihan ganda.

Mansyur, ketua panitia UAS/PAS 2017, menuturkan bahwa panitia memilih format soal pilihan ganda yang berpadu dengan uraian sebagai langkah untuk mengenalkan siswa dengan soal UN. Model soal ini juga melatih siswa untuk melakukan analisis yang mendalam dalam menentukan jawaban yang paling tepat. Di samping itu, tetap ada soal uraian untuk menguji kemampuan siswa menguraikan materi.


Kontributor: Ruslan

Kamis, 7 Desember 2017

Galery Kegiatan Sekolah

© 2019 Website SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah. All rights resevered. Designed by Templateism