SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar : adalah Sekolah Menengah Atas, bernaung di bawah Dinas Pendidikan Nasional yang memadukan sistem kurikulum nasional dan kurikulum lokal berbasis agama Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist dengan pemahaman salaf serta memiliki keunggulan dengan memisahkan lokasi belajar untuk putra dan putri. Dengan meraih predikat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah pada tahun 2016 akan terus berinovasi dalam membina dan mendidik siswa-siswi agar menjadi generasi muda yang berahklak mulia dan berprestasi

Sekolah Putra : Jl. Manggala Raya, kompleks Bambu-bambu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
Sekolah Putri : Jl. Antang Raya No.48, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90234
SELAMAT KEPADA SISWA YANG LULUS SNMPTN-SBMPTN 2019

04 November 2017

Perkembangan SMA IT

REPUBLIKA.CO.ID, Sekolah Islam ter padu (SIT) saat ini menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mendapat sam butan luas dari masyarakat Muslim Indonesia. Itu dibuktikan dengan semakin banyaknya orang tua yang me nye kolahkan anak-anak mereka di berbagai jenjang SIT, mulai TK, SD, SMP, hingga SMA. Hing ga kini, ada ribuan sekolah Islam Terpadu yang berhimpun di ba wah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Angka ini belum termasuk sekolah-sekolah Islam swasta yang berada di luar JSIT. Ketua Umum Jaringan Seko lah Islam Terpadu (JSIT) Indo nesia Sukro Muhab mengatakan, konsep penyelenggaraan SIT se benarnya berawal dari keberada an lima satuan sekolah dasar yang berdiri pada 1993 di wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabode ta bek). Kelima sekolah itu adalah SDIT Nurul Fikri Depok, SDIT al-Hikmah Jakarta Selatan, SDIT Iqro Bekasi, SDIT Ummul Quro Bogor, dan SDIT al-Khayrot Ja kar ta Timur. "Sejak saat itu, seko lah Islam terpadu terus bermun culan dan berkembang pesat di seluruh Indonesia," ujarnya ke pada Republika, Rabu (12/7). Pada 31 Juli 2003, Dr Fahmy Alaydroes yang ketika itu menjabat ketua Yayasan Pendidikan Nurul Fikri merintis pendirian JSIT. Tujuan dari pembentukan organisasi itu sendiri adalah seba gai wadah berhimpunnya seko lah-sekolah Islam yang memiliki filosofi, konsepsi, dan aplikasi yang sama dalam penyelenggara an pendidikan. Sukro mengung kapkan, pada awal pendiriannya, ada 426 unit sekolah yang berga bung dalam JSIT Indonesia. Kini, setelah hampir 14 tahun berlalu, jumlah sekolah yang terdaftar se bagai anggota organisasi itu mencapai 2.418 unit. Adapun jumlah tenaga pengajar SIT yang tercatat di JSIT saat ini hampir mendekati angka 80 ribu orang. "Sementara, jumlah siswa SIT yang terdaftar dalam database kami sekarang berkisar satu juta orang. Kalau ditambah dengan jumlah alumni SIT yang lulus se panjang 10 tahun terakhir, tentu angkanya akan lebih besar lagi," tuturnya. Untuk mengontrol kua litas pendidikan SIT, kata Sukro, ada standar mutu yang diterapkan JSIT terhadap para anggota nya. Di antaranya mencakup be berapa standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendi dikan dan Kebudayaan (Kemen dikbud), seperti standar isi (SI), standar kompetensi kelulusan (SKL), standar pengelolaan, stan dar keuangan, standar sarana dan prasarana, serta standar tenaga pendidik.